By Amazon

Selasa, 14 Desember 2010

Asal Usul Ayam Ketawa

Ayam ketawa, berasal dari sidrap salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan, Konon Ayam Ketawa hanya dipelihara dan berkembang biak di lingkungan kerajaan Bugis terutama kalangan Bangsawan Bugis (ANDI), Selain itu dijelaskan pula bahwa masyarakat Bugis memiliki budaya yang selalu menyebutkan Keberanian, Kesuksesan dan Keberhasilan seseorang dengan menyebutkan istilah ‘JANTAN’.Semua masyarakat Indonesia mengetahui bahwa seorang Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan yang bernama Sultan Hasannudin terkenal dengan sebutan “Ayam Jantan Dari Timur”.

Gelar tersebut disematkan karena keberanian dan perjuangannya yang luar biasa
tanpa kenal kata menyerah untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Sulawesi Selatan walaupun harus dengan jalan Perang.

Karena terbatasnya masyarakat yang memelihara dan mempunyai Ayam Ketawa atau dalam bahasa bugisnya Manu Gaga menyebabkan terbatasnya penyebaran Ayam Ketawa di tengah-tengah masyarakat dan tidak sepopuler seperti ayam lainnya.

daerah awal penyebaran Ayam ketawa konon adalah Kampung-kampung yang dahulunya merupakan kampung-kampung tua yang masuk dalam wilayah bekas pusat Kerajaan Bugis yang disebut daerah Rappang.

Di mulai pada tahun 2005 guna mendorong pelestarian dan penyebaran Ayam Ketawa (Manu’ Gaga’)
Pemerintah Kabupaten Sidrap yang di pimpin oleh Bupatinya  saat itu yang memberikan perhatian terhadap satwa langkah tersebut dengan tujuan agar tetap lestari dan tidak musnah selanjutnya mengeluarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dapat memotivasi masyarakat untuk memelihara Ayam Ketawa,
diantaranya dengan mengadakan Perlombaan2, Penyuluhan tentang cara Pemeliharaan, Perawatan serta Penyediaan Vaksinasi secara Gratis dll. Seiring dengan perkembangan zaman dan sejalan dengan kebijaksanaan yang telah ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap lama kelamaan Ayam Ketawa tersebar dan mulai banyak dipelihara oleh semua lapisan masyarakat di Sidrap dan sekitarnya
bahkan pelan tapi pasti telah menyebar ke seluruh Wilayah NKRI walaupun dalam jumlah yang terbatas.
Hal ini karena Ayam Ketawa memiliki keunikan.

pada suaranya saat berkokok dimana saat berkokok Ayam Ketawa mengeluarkan suara seperti orang ketawa dengan interval suara cepat disebut Garetek dan dengan interval suara Lambat disebut Gaga’ serta suara mendayu-dayu disebut Dodo.

Selain memiliki suara yang unik Ayam Ketawa juga mempunyai warna bulu yang menarik
dan di dukung oleh bentuk tubuh yang enak di pandang mata.

Bangsa Indonesia harus bangga dan bersyukur karena mempunyai satwa unggas jenis Ayam yaitu Ayam Ketawa yang tidak ada duanya di dunia dengan kata lain hanya ada di Indonesia khususnya Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More