By Amazon

Selasa, 14 Desember 2010

Pembudidayaan Ayam Ketawa

Pembudidayaan ayam ketawa, sederhana dan mudah. Cukup disediakan kandang ayam pada umumnya.
dan tinggal disesuaikan ukurannya. Untuk tempat ayam indukan betina, di dalam kandang disediakan bak tempat sarang untuk bertelur. Guna memenuhi kebutuhan pakan, cukup diberi voer ditambah sawi dirajang halus sebagi protein. atau yang lainnya
Membudidayakan Ayam Ketawa tersebut, indukan jantan dan betina harus secara rutin dikawinkan pada saat masa produksi. dan usahakan Jantan sudah pilihan, dengan kualitas suara terbaik, sebagai pasangannya tentunya dipilih terlebih dahulu betina bagus juga.

Pembudidayaan Ayam Ketawa idealnya berumur 1 tahun. Kondisi ayam harus sehat, warna bulu bagus dan tentunya suara dengan irama bagus. Proses mengawinkan ayam ketawa ini mudah. sama dengan ayam pada umumnya yaitu dengan memasangkan ayam jantan dan betina yang di lepas bersama Waktu masa perkawinan dipilih pada pagi hari. Mengawinkan ayam di pagi hari berkecenderungan anakan yang ditetaskan dominan jantan. Jika dikawinkan pada siang hari, anakan lebih banyak betina.

Proses perkawinan dimulai pagi hari dengan pasangan dimasukan ke kurungan di luar kandang. Setelah kawin, indukan betina dimasukan ke kandang ternak untuk bertelur. Indukan betina ayam jenis ini mampu bertelur 10-12 butir. Indukan yang sudah menetaskan anak-anakannya diistirahatkan setelah sebelumnya dimandikan dengan obat antiseptik. Sedangkan kotak sarang dibersihkan sebelum digunakan kembali untuk tempat bertelur indukan.

Sementara anakan dipindahkan ke kandang penghangat yang diberi lampu. Perawatan anakan setelah mencapai umur 1 bulan juga harus hati-hati, misalnya perlu dijemur tetapi hanya sepintas.


Dari hari ke hari, minat penggemar ayam ketawa di Jawa khususnya di seputaran Jabodetabek terus meningkat. Hobi memelihara jenis ayam asli lokal dari Indonesia Timur tepatnya dari Sulawesi Selatan ini juga merebak pada beragam komunitas dan latar belakang, tidak hanya pecinta unggas maupun burung tapi juga komunitas lainnya.

Selain sebagai hewan peliharaan atau klangenan, ayam yang berkarakter jinak ini juga tidak ada bedanya dengan ayam kampung pada umumnya. Hanya suara saat berkokok yang membedakan ayam ketawa dengan ayam pada umumnya. Kokok ayam ketawa mirip suara orang ketawa dengan spasi lambat yang membuat suaranya jadi khas. kategori suara yang dikenalnya yang saat ini diketahuinya ada 3 tipe suara. Yakni dangdut, slow dan slow dangdut.

Sesuai namanya ada beragam irama lagu dengan variasi keduanya itu tadi. Ayam yang memiliki kombinasi irama keduanya, suara dangdut dan slow, inilah yang diburu kalangan penggemar. Meskipun jenis suara seperti ini harganya lebih mahal, tak mengurangi minat para penghobi untuk memburunya. oleh jadi, karena suaranya yang khas dan unik ini yang membuat ayam ketawa jadi koleksi baru para pecinta unggas di Jabodetabek. Tingginya minat penggemar ayam ini terasa dari banyaknya penghobi yang berburu setiap harinya. Tidak hanya dari Jabodetabek tapi juga banyak dari luar kota,”

Beminatkah !!!!


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More