By Amazon

Rabu, 15 Desember 2010

Peminat Ayam Ketawa

Peminat ayam ketawa di Jawa khususnya di seputaran Jabodetabek terus meningkat. Hobi memelihara jenis ayam asli lokal dari Indonesia Timur tepatnya dari Sulawesi Selatan ini juga merebak pada beragam komunitas dan latar belakang, tidak hanya pecinta unggas maupun burung tapi juga komunitas lainnya.
Selain sebagai hewan peliharaan atau klangenan, ayam yang berkarakter jinak ini juga tidak ada bedanya dengan ayam kampung pada umumnya. Mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Hanya suara saat berkokok yang membedakan ayam ketawa dengan ayam pada umumnya. Kokok ayam ketawa mirip suara orang ketawa dengan alunan suara belakang kek, kek, kek…nya dengan spasi lambat yang membuat suaranya jadi khas. kategori suara yang dikenalnya yang saat ini diketahuinya ada 3 tipe suara. Yakni dangdut, slow dan slow dangdut.

Sesuai namanya ada beragam irama lagu dengan variasi keduanya itu tadi. Ayam yang memiliki kombinasi irama keduanya, suara dangdut dan slow, inilah yang diburu kalangan penggemar. Meskipun jenis suara seperti ini harganya lebih mahal, tak mengurangi minat para penghobi untuk memburunya. Boleh jadi, karena suaranya yang khas dan unik ini yang membuat ayam ketawa jadi koleksi baru para pecinta unggas di Jabodetabek.

“Tingginya minat penggemar ayam ini terasa dari banyaknya penghobi yang berburu setiap harinya.
Tidak hanya dari Jabodetabek tapi juga banyak dari luar kota,”

ini bisa menjadi peluang bisnis yang baik


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More